Resolusi Sederhana yang (bisa jadi) Rumit

Permainan menarik yang bisa dilakukan oleh diri sendiri ketika menghadapi pergantian tahun adalah membuat resolusi. Entah berapa banyak resolusi yang tidak tercapai di tahun sebelumnya hingga harus ditunda di tahun berikutnya. Namun ada juga resolusi yang tanpa kita sadari terjadi begitu saja tanpa usaha. Itu sebabnya saya lebih senang menyebutnya ‘permainan’, jika ada yang menang maka akan ada yang kalah.

Membuat resolusi memang suatu tantangan, ada kegairahan sekaligus ketakutan untuk mewujudkannya. Pemikiran bahwa, “Ini bisa tercapai dalam waktu tiga bulan!” atau “Sepertinya ini terlalu muluk untuk periode satu tahun.” selalu bergantian hadir ketika kita menuliskan mimpi.

Tapi mungkin, kita bisa mengeyampingkan rencana-rencana besar dan fokus kepada resolusi kecil yang sebenarnya bisa kita lakukan sekarang, setidaknya di bulan Januari, untuk memberikan ruang untuk resolusi-resolusi besar yang lain.

1. Mengosongkan Lemari Pakaian, Rak Sepatu, dan Tas

Jujurlah kepada diri sendiri, ada berapa banyak pakaian yang menggantung bertahun dan tidak disentuh di dalam lemari? Harapannya pakaian itu akan kembali menjadi trend, atau mungkin bisa dipadukan dengan pakaian baru yang dibeli malam kemarin, atau mungkin postur badanmu lebih mendukung pakaian yang sudah lama tidak terjamah itu.

Flash news! Kamu tidak akan pernah menggunakannya lagi.

Maka segeralah mengeluarkan semua pakaian dalam lemari dan pilah pilih yang benar-benar akan kamu pakai. Percayalah, kamu akan selalu membeli pakaian baru. Sisa dari pakaianmu bisa kamu sumbangkan atau bisa jadi peluang bisnis dengan menjualnya di ecommerce.

2. Mengganti Password

Password e-mail, password social media, hingga PIN ATM dan kartu kredit, apapun! Kita sudah berada di mana ponsel lebih penting daripada dompet. Telusuri semua jejak digitalmu, di mana saja kamu telah memercayakan riwayat hidup dari mulai nama, tempat tanggal lahir, pekerjaan, di mana bersekolah, dan lain sebagainya.

Mengganti password atau PIN setahun sekali tidak akan membuatmu gila.

3. Membeli Asuransi

Kita sama-sama tahu bahwa dihubungi agen asuransi melalui telepon sangat menjengkelkan. Tapi apakah kamu tahu bahwa kamu benar-benar memerlukannya? Mungkin tidak sekarang tapi 10, 20, atau 30 tahun lagi kamu akan berterimakasih kepada dirimu yang sekarang karena mempersiapkan dana untuk hal-hal yang tak terduga.

Mulailah mencari produk yang tepat. Para agen asuransi akan sangat senang dengan pertanyaan-pertanyaanmu.

4. Membersihkan Kamar

Kamar yang berantakan memperlihatkan pribadi yang kreatif. Ya, kamu boleh saja memegang pendapat itu. Tapi jika kamu traveling ke Bali dan menemukan vila cantik untuk berlibur atau ke Bandung dan menginap di hotel tematik yang minimalis dan rapi kemudian kamu berpikir, “Wah! Nyaman sekali. Hidup akan lebih mudah dan teratur jika tinggal di sini.”

Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan, kan?

5. Membuat Rekening Lain

Sejak dua tahun lalu saya memiliki lima rekening dari bank yang berbeda. Tujuannya sederhana saja, setiap saya menerima gaji di rekening gaji, saya akan buru-buru melakukan transfer ke empat rekening lain, empat rekening itu saya dedikasikan untuk:

  • KPR, meski saya tidak tahu kapan rencana ini akan terlaksana, tapi bukankah kita sudah harus mempersiapkan DP-nya dari sekarang? Rumah tidak pernah lebih murah dari tahun sebelumnya, lho!
  • Emergency Fund (Long Term), banyak buku financial yang saya baca menyarankan kita memiliki rekening yang berisi enam kali gaji kita. Kalian tahu, untuk berjaga-jaga.
  • Traveling, ya, saya memiliki rekening tersendiri untuk acara jalan-jalan. Setiap saya merasa perlu ‘kabur’, saya tinggal memeriksa rekening ini dan mencocokan destinasi mana yang sesuai anggaran.
  • Emergency Fund (Short Term), untuk biaya tak terduga sehari-hari, misalnya sahabatmu baru saja melahirkan dan kamu perlu dana untuk membelikan kado untuk keponakan terbaru, atau tiba-tiba kamu ingin membantu teman yang sedang kesusahan, atau sesederhana kamu menghadiri konser artis kesayangan.

Saya hanya membawa ATM rekening gaji, rekening yang di dedikasikan untuk biaya hidup sehari-hari, dan ATM Emergency Fund (Short Term) di dompet. Tiga ATM lain saya simpan di dalam buku tabungannya masing-masing, saya ikat dengan karet, saya masukan ke dalam pouch, dan pouch itu saya masukan ke dalam pouch yang lebih besar, untuk kemudian saya masukan ke dalam tas kecil yang saya simpan di salah satu laci rumah yang kuncinya saya titipkan kepada ibu saya.

Kamu bisa memulai membuka rekening dan mendedikasikannya semaumu, entah itu untuk biaya sekolah anak, biaya cicilan kendaraan, biaya untuk memulai bisnis, atau seluhur biaya untuk menaikan haji orangtua. Toh, itu rekeningmu. Sesukamulah!

6. Menjaga Kesehatan

Usiamu menua, organ tubuhmu mulai kelelahan. Kamu tidak perlu mendaftarkan diri di pusat kebugaran jika kamu mengetahui bahwa kamu hanya akan menjadi donatur tetap. Yang perlu kamu lakukan adalah bangun lebih pagi, pakai sepatumu, dan lari. Minum air putih sebanyak yang kamu mampu. Tambahkan vitamin, mungkin Omega3. Sudah, itu saja.

Jangan terlalu muluk untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal, tidak semua orang dianugrahi fokus tinggi untuk mengolah tubuh. Dan jika ini membantu, tubuh ideal adalah sebuah kesepakatan manusia dan berubah dari tahun ke tahun.

7. Membuat Diri Sendiri

Hidup bukan untuk menemukan, hidup adalah membuat. Termasuk jati diri. Kamu boleh berpikir bahwa versi terbaikmu adalah ketika gajimu sudah puluhan juta, menguasai lebih dari tiga bahasa asing, memiliki setidaknya cap paspor dari 20 negara, atau berhasil membangun usaha yang sukses menurut ukuranmu. Mungkin contoh tersebut terlalu besar, mari kita kecilkan.

Versi terbaik dari dirimu adalah yang menunaikan sembahyang tepat pada waktunya. Versi terbaik dari dirimu adalah yang berhasil membaca 10 judul buku dalam setahun. Versi terbaikmu adalah yang tidak lupa memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada teman. Versi terbaikmu adalah yang memberikan tip kepada ojek online meski mereka membuatmu frustasi dengan menanyakan di mana letak posisi penjemputan meskipun kamu sudah berusaha untuk memberikan patokan sejelas mungkin di kolom catatan. Versi terbaikmu adalah yang tidak lupa menelepon orangtua paling tidak tiga hari sekali.

Sederhananya, buatlah dirimu menjadi tokoh yang ada di buku PPKn.

8. Menjaga Semangat

Kabar baiknya buatmu adalah kamu yang memutuskan apapun. Kamu mau bahagia, silakan. Kamu mau bersedih, silakan. Jika tujuh poin pertama di tulisan ini membuat letupan hati dan pikiranmu, permintaan saya hanya satu, jaga semangat itu hingga akhir tahun 2018. Dan yang bisa dilakukan sekarang, tolong lakukan. Kamu bisa menutup blog ini dan langsung membersihkan lemarimu. Atau kamu bisa langsung menelepon orangtuamu. Bebas. Kamu yang mengatur segalanya.

Dan jika kamu melakukan hal yang sama berulang selama 21 hari, menurut penelitian, itu akan menjadi kebiasaan yang bahkan otomatis terprogam di dirimu. Jadi, sudah siap bangun lebih pagi untuk lari pagi selama 21 hari?

Selamat tahun baru 2018, Teman-teman! Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik di tahun ini. Mari memainkan permainan yang kita buat sendiri peraturannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *