Rutinitas Yang Sangat Biasa

“Jadi mau midnight?” Laki-laki bertanya, menoleh untuk menunggu jawaban. Setelah memarkir mobil di salah satu mall terbesar di Jakarta, tujuan mau berkegiatan apa belum juga ditentukan.

Wanita itu menggeleng, sambil tersenyum.

“Makan?”

Kali ini wanita yang berjalan disampingnya mengangguk.

Untunglah, laki-laki itu sebenarnya juga tidak ingin menonton malam ini. Dan perutnya sudah lapar. Cukup lama tadi dia beratraksi di pasar malam, boks makanan yang tadi dibagikan secara gratis oleh panitia pasar malam tak sempat dia sentuh karena jam atraksi yang padat.

“Tapi nanti aku mau mampir ke toko buku yah.”

Gantian, kali ini laki-laki itu yang mengangguk. Seperti biasa, dia sudah sangat tahu rutinitas pacaran dengan kekasihnya ini. Bila tidak nonton ya makan, atau dua-duanya, lalu ke toko buku, sesekali berfoto disebuah ruangan kecil yang mampu merekam momen hanya dengan menekan satu tombol saja, bila tidak suka, bisa diulang.

“Kamu mau cari buku apa, sayang?”

“Nggak tau, tapi yang pasti bacaan aku udah abis dirumah.”

“Oh ya? Buku kuliah udah dibaca semua?”

Wanita itu tertawa sambil memukul pelan bahu laik-laki. Lalu tangan yang dipukul itu dirangkul, wanita itu menyandarkan kepalanya dibahu laki-laki. Laki-laki ikut tersenyum, tidak perlu menunggu jawaban karena sudah tahu apa jawabannya.

“Kartika, aku sayang kamu.” Bisik laki-laki, sambil terus ternyum.

“Kebetulan. Aku juga sayang kamu, Bagas.”

Sederhana. Datang ke sebuah mall, jalan bergandengan, bertukar cerita saat makan, menonton film, lalu pulang. Apa lagi yang perlu dilakukan bila itu sudah cukup membuat senang?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *